Workshop digitalisasi modul LPPPTK KPTK Sistem guru pembelajar daring

Rabu, 6 April 2016

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, maka sangat dibutuhkan peran serta pendidik yang professional. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Untuk itu, profesionalisme guru dituntut terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat.

Kondisi dan situasi yang ada menjadi sebab masing-masing guru memiliki perbedaan dalam penguasaan kompetensi yang disyaratkan. Oleh karena itu, ada dua skema yang akan dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengukur profesionalisme guru, secara akademis dan non-akademis. Pengukuran akademis dilakukan secara rutin setiap tahun yaitu dengan menyelenggarakan UKG (Uji Kompetensi Guru), dan pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru (PKG).

Sebagai salah satu tindak lanjut dari UKG yang telah dilaksanakan tahun 2015 lalu, adalah dengan disusunnya program pelatihan Guru Pembelajar yang terdiri dari 3 Moda, yaitu Tatap Muka, Guru Pembelajar Daring Kombinasi, dan Guru Pembelajar Daring Penuh. Moda tersebut dibagi berdasarkan kebutuhan masing-masing guru yang berbeda-beda. Guru yang memiliki nilai merah lebih dari 7 akan menggunakan pelatihan moda Tatap Muka. Kemudian guru yang memiliki nilai merah sebanyak 6-7 menggunakan moda Guru Pembelajar Daring Kombinasi. Sedangkan guru yang memiliki nilai merah sebanyak 3-5 akan menggunakan moda Guru Pembelajar Daring Penuh. Sistem Guru Pembelajar Daring (GP-Daring) merupakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang telah mengalami pembaharuan sistem dengan berbasis teknologi. Program ini memudahkan guru untuk belajar mandiri dimanapun melalui akses internet

Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari (20 jam) di 3 tempat yaitu P4TK Penjas dan BK Bogor, LPPPTK KPTK Gowa, dan P4TK BOE Malang dengan mengundang seluruh penulis modul LPPPTK KPTK.

Tujuan diselenggarakan Workshop Digitalisasi Modul LPPPTK KPTK Sistem Guru Pembelajar Daring adalah:

  1. Memaparkan tahapan-tahapan proses digitalisasi modul sistem guru pembelajar daring ;
  2. Melaksanakan bedah modul LPPPTK KPTK dengan mengisi format 1 yang telah terlampir;

Diharapkan setelah kegiatan  ini dilaksanakan, dapat menghasilkan :

  1. Terlaksananya pemaparan tahapan-tahapan proses digitalisasi modul sistem guru pembelajar daring ;
  2. Terlaksananya bedah modul LPPPTK KPTK dengan mengisi format 1 yang telah terlampir;