Lembaga Sertifikasi Profesi dan Uji Kompetensi Keahlian Guru Vokasi di Indonesia?  

Senin, 17 Juli 2017

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Kelautan Perikanan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (selanjutnya disebut LSP LPPPTK KPTK) adalah lembaga sertifikasi profesi yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di bawah koordinasi LPPPTK KPTK Gowa. Pembentukan LSP ini merupakan salah satu usaha Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Ditjen GTK atas implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

LSP LPPPTK KPTK telah dilisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berdasarkan seritifikat Nomor BNSP-LSP-660-ID dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Prof. Muhadjir Effendi) pada Tanggal 13 Maret 2017 di Jakarta, bersama 6 (enam) LSP bidang vokasi lainnya, yaitu LSP BBL (bidang Bangunan dan Listrik), LSP BMTI (bidang Mesin dan Teknik Industri), LSP Pertanian, LSP Bisnis dan Pariwisata, LSP Seni Budaya, LSP BOE (bidang Otomotif dan Elektronik). Ke enam LSP ini beroperasi dibawah koordinasi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Kemdikbud.

Ke-7 (tujuh) LSP tersebut bertugas dan bertanggung jawab dalam memastikan kompetensi keahlian guru vokasi dan tenaga kependidikan (i.e. pustakawan, teknisi laboratorium/bengkel) pada sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia.

LSP LPPPTK KPTK saat ini telah mengembangkan skema sertifikasi untuk 10 (sepuluh) kompetensi keahlian guru vokasi bidang kemaritiman dan TIK yaitu nautika kapal niaga, teknika kapal niaga, nautika kapal penangkap ikan, teknika kapal penangkap ikan, agribisnis rumput laut, agribisnis perikanan air payau dan laut, teknologi pengolahan hasil perikanan, multimedia, teknik komputer jaringan, dan rekayasa perangkat lunak. Skema-skema sertifikasi kompetensi keahlian tersebut tengah diajukan ke BNSP untuk ditelaah agar mendapatkan lisensi, dimana nantinya dapat digunakan secara nasional dalam asesmen kompetensi guru vokasi khusus untuk bidang-bidang kemaritiman dan teknologi informasi di Indonesia.

Pada tahap pengembangan skema sertifikasi dan materi uji kompetensi (MUK) LSP LPPPTK KPTK bekerjasama dengan berbagai instansi yang  berkompeten untuk menyusun, menelaah, dan memfinalisasikan dokumen kebutuhan tersebut, diantaranya adalah Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Ditjen GTK – Kemdikbud, PPPPTK BBL, PPPPTK BMTI, PPPPTK BOE, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan - Universitas Hasanuddin, Fakultas Teknik – Universitas Negeri Makassar, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan, Balai Pendidikan dan pelatihan Ilmu Pelayaran Barombong-Makassar, Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Kendari, dan STT Atlas Nusantara Malang, yang diwakili oleh wisyaiswara, dosen, dan praktisi sesuai kepakarannya dari masing-masing institusi.

Selain kompetensi keahlian bagi guru, LSP LPPPTK KPTK bersama Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Ditjen GTK -  Kemdikbud juga telah mengembangkan skema kompetensi bagi tenaga laboratorium/bengkel pada masing-masing kompetensi keahlian. Asesor-asesor LSP tersebut bersama staf ahli Ditjen GTK juga telah melakukan visitasi ke beberapa bengkel dan laboratorium di beberapa SMK rujukan pada Bulan Maret 2017 yang lalu, dengan tujuan untuk mengetahui kendala teknisi dan kebutuhan fasilitas laboratorium/bengkel dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dibidang vokasi.

Di lain pihak LPPPTK KPTK Gowa sebagai lembaga diklat juga telah mengembangkan kebutuhan modul diklat untuk masing-masing kompetensi keahlian tersebut. Melalui program unggulan Kemdikbud yaitu Program Sertifikasi Pendidik Dan Sertifikasi Keahlian bagi Guru SMA/SMK (atau disebut juga Program Keahlian Ganda), LPPPTK KPTK Gowa juga tengah mendiklat 1120 guru normatif/adaptif untuk dapat mengajar mata pelajaran produktif di SMK sejak Bulan Desember Tahun 2016 yang lalu. Peserta guru tersebut berasal dari berbagai latar belakang pendidikan seperti Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, KKPI, atau prakarya, yang selanjutnya didiklat untuk dapat mengajar mata pelajaran produktif sesuai minat mereka seperti agribisnis perikanan, nautika kapal niaga, multimedia, atau rekayasa perangkat lunak. Testimoni dan Tanggapan para peserta guru dapat disimak di channel Youtube resmi LPPPTK KPTK Gowa. Jika program ini berjalan sesuai roadmap para peserta guru tersebut akan diasesmen oleh LSP KPTK pada Bulan September-Oktober 2017, yang selanjutnya dapat melanjutkan ke tahap Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan sertifikasi profesi guru (Penulis: Singgih Afifa Putra)

 

Editor: Humas LPPPTK KPTK Gowa

Rapat Koordinasi Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) Skema Sertifikasi LSP LPPPTK KPTK
Rapat Koordinasi Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) Skema Sertifikasi LSP LPPPTK KPTK