606 Sekolah Terdampak Akibat Gempa Lombok-Bali, Kemendikbud Salurkan Rp. 229 M Dana Bantuan

Senin, 13 Agustus 2018

"Kita menyiapkan tenda untuk menjadi ruang kelas dan perlengkapan sekolah agar pembelajaran dapat berjalan. Dan untuk sekolah yang rusak akan segera dilakukan rehabilitasi atau revitalisasi dengan membangun gedung sekolah baru. Intinya jangan sampai kerusakan mengganggu proses pembelajaran siswa." ujar mendikbud saat mengunjungi NTB (Senin, 30/07/2018).

Kemendikbud memberikan respons cepat tanggap darurat bencana gempa Nusa Tenggara Barat dengan membangun Posko Pendidikan dan ruang kelas tenda. pelibatan guru garis depan (GGD) untuk terjun langsung ke posko pendidikan, ruang kelas tenda, dan tenda pengungsian juga dilakukan. Pada periode tanggap darurat, kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tenda difokuskan untuk layanan psikososial bagi siswa korban bencana.

Dikutip dari infografis yang dirilis di laman medsos Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (13/08/2018), satuan pendidikan yang terdampak gempa terdara sejumlah 606 satuan pendidikan yang terdiri dari 69 Sekolah PAUD, 341 SD, 92 SMP, 55 SMA, 42 SMK, dan 6 SLB yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Bali. Sementara itu tercatat 3.639 siswa dan guru yang mengungsi dan terhambat proses pebelajaran nya akibat kerusakan satuan pendidikan tersebut.

Respon cepat Kemendikbud RI untuk menangani masalah pendidikan akibat bencana gempa NTB adalah dengan menggelontorkan dana tanggap darurat sebanyak lebih dari 229 Miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk melaksanakan prioritas respon diantaranya berupa pengkajian kerusakan dan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, koordinasi multipihak, distribusi bantuan, bantuan sosial tanggap darurat bagi sekolah yang rusak berat dan kampanye kembali ke sekolah.

HUMAS LPPPTK KPTK