Seminar Kewirausahaan, Widyaiswara LPPPTK KPTK sampaikan konsep Sekolah Pencetak Wirausaha

Sabtu, 22 September 2018

Hari Rabu tanggal 19 September 2018 merupakan hari ketiga pendampingan di SMKN 36 Jakarta. Kegiatan diisi dengan seminar pengembangan Potensi Entrepreneurship Star Up Technopark yang menghadirkan narasumber utama, Hamzah Al Katiri dari Technopark Bandung.  Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Seminar yang dihadiri oleh guru dan siswa kelas XII SMKN 36 Jakarta ini dibuka secara resmi oleh kepala Sekolah bapak Basuki Rahmad, M.Si. Dalam sambutan beliau mengharapkan kegiatan seminar ini membangkitkan motivasi  kepada siswa agar memiliki mental serta jiwa wirausaha yang kuat. Sebagai generasi mileneal sangat dibutuhkan kompetensi kewirausahaan dalam menghadapi industri 4.0.  Menjadi wirausahawan tidak menunggu harus berumur. Dicontohkan beberapa orang sukses, diantaranya Mark  Zuckerberg sebagai pendiri facebook yang masih berumur 23 tahun. Merintis usaha tentu akan menemui banyak kendala. Tetapi jika peserta didik memiliki dorongan yang kuat, berusaha keluar dari zona nyaman semua bisa teratasi.

Di sekolah kami berusaha menciptakan  lingkungan yang mendukung dengan menyediakan gedung yang diberi nama Business Learning Centre dan didalamnya ada ruang untuk Technopark.  Dengan adanya program SMK Technopark ini diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran lulusan SMK. Jam pelajaran kewirausahaan juga sudah mulai ditingkatkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Peserta didik tidak hanya dibekali dengan teori-teori bisnis tetapi dibutuhkan praktik dalam bentuk tindakan nyata. Selain itu, pendampingan guru kewirausahaan juga dilaksanakan dalam mengawal ide-ide usaha yang dikembangkan oleh siswa SMK dan direalisisakan menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan.  Beberapa  produk pengolahan hasil perikanan telah dikembangkan seperti otak-otak, empek-empek, bakso ikan, nugget ikan, kaki naga, dll. Tinggal bagaimana memikirkan pemasarannya sehingga bisa berjalan lancar. Salah satunya melalui pemasaran secara online.

Pada kesempatan yang sama, Irlidiya salah seorang Widyaiswara LPPPTK KPTK yang merupakan salah seorang tim pendamping program revitalisasi di SMKN 36 Jakarta diberi kesempatan mendahului narasumber untuk memberi motivasi kepada peserta seminar. Diawali dengan  yel-yel SMK Bisa, SMK Hebat, SMKN 36 Luar Biasa!!! Dilanjutkan dengan menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terlaksananya kegiatan seminar ini dan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi pembicara pada kegiatan ini. Mengawali paparan dengan menampilkan data dari BPS Pusat Bulan Agustus 2017 tentang jumlah pengangguran siswa SMK yang mencapai 11,41 %. Tidak terserapnya lulusan SMK bisa jadi ditengarai oleh rendahnya keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki oleh lulusan SMK. Diperparah oleh tidak tersertifikasinya lulusan sebagai bukti kelayakan sebagai tenaga kerja yang terampil. Selain itu, kompetensi yang ditawarkan oleh pemerintah dengan kebutuhan tenaga kerja yang diminta pasar kerja dinilai ‘belum relevan’. Hal ini berdampak pada terjadinya kesenjangan antara jumlah lulusan SMK dengan jumlah peluang kerja yang tersedia. Di sinilah perlu adanya sinkronisasi kurikulum yang berbasis industri.

Selanjutnya penyampaian ulasan materi tentang eksistensi SMK sebagai Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW)  untuk membuka mindset para siswa SMK tentang peluang sukses melalui jalur wirausaha. Sehingga siswa SMK nantinya tidak hanya berorientasi mencari kerja saja setelah lulus dari SMK. Melalui program Bantuan Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan SMK, Kepala Sekolah memberikan tantangan untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda dari SMK melalui Program SPW. Model pembelajaran Kewirausahaan di SMK diimplementasikan dalam berbagai bentuk pembelajaran berbasis produksi dan bisnis seperti Teaching Factory atau Technopark.

Model pembelajaran kewirausahaan ini mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diamanatkan oleh Kurikulum 2013. Salah satu nilai karakter utama yang ingin dicapai melalui program SPW ini adalah kemandirian. Kemandirian adalah sikap percaya pada kemampuan, kekuatan, bakat dalam diri sendiri serta tidak tergantung pada orang lain. Seorang yang memiliki karakter kemandirian adalah mereka yang mau bekerja keras, disiplin, tahan banting, kreatif dan inovatif, serta pembelajar sepanjang hayat,

Irlidya mengakhiri motivasinya dengan menyampaikan bahwa kunci keberhasilan dalam menjalani hidup ini adalah belajar dan terus belajar, menerapkan prinsip “Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas”, dan  Tidak takut gagal karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Sebagaimana pelaut handal hanya dilahirkan dari samudra yang amukan badai dan hantaman gelombang, dan yang terpenting adalah berusaha terus sambil berdoa. Karena sukses adalah hak kita, maka semua tergantung kita apakah mau mengambilnya atau tidak!!!

Narasumber utama mengangkat tema “Ubah hobi jadi Manfaat”. Menurut beliau semakin banyaknya jumlah lulusan SMK setiap tahunnya sementara tenaga kerja SMK yang diserap dunia industri semakin berkurang. Oleh karena itu perlu, dibuat strategi alternatif agar lulusan SMK nantinya bisa lebih mandiri setelah lulus dari sekolah meskipun tidak dapat bekerja di dunia Industri.  Program Technopark ini sangat baik untuk mendukung program kewirausahaan di siswa SMK. Penerapan otomasi di dunia industri menjadi penyebab banyaknya tenaga kerja SMK yang tidak terserap karena tenaga manusia telah tergantikan oleh mesin robot. Pengembangan inovasi kewirausahaan ini bisa menjadikan lulusan SMK mempunyai kemampuan mengembangkan bisnisnya sejak usia dini.

Selanjutnya beliau memaparkan bahwa belajar dari pengalaman orang-orang yang sukses dalam merintis usahanya menjadi motivasi kita semua untuk lebih semangat lagi dalam meraih cita-cita menjadi pengusaha yang sukses, tentunya dengan dukungan program Technopark  SMK ini. Siswa diharapkan agar nantinya ketika terjun ke dunia usaha tidak hanya berorientasi mencari keuntungan materi uang saja, namun juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan adanya produk yang mereka kembangkan.

Salah satu langkah awal dalam merintis sebuah start-up adalah membuat model bisnis. Workshop Business Modal Canvas sangat diperlukan. Dalam hal ini start-up siswa SMK binaan Technopark mampu menggunakan bisnis model yang akan dijalaninya. Business Modal Canvas ini dipilih karena mudah untuk digunakan para pengusaha yang baru mulai merintis usahanya. Setiap start-up siswa SMK binaan technopark ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas tentang bisnis yang akan dijalaninya. Workshop ini memberikan kemudahan dalam melangkah ke tahap pembinaan selanjutnya. Semakin banyak start-up pengusaha muda lokal yang berkualitas lahir di Indonesia.

Melalui seminar motivasi ini diharapkan wawasan siswa menjadi lebih luas dan mampu melihat peluang baik. Ke depan siswa SMK diharapkan memiliki keberanian untuk mempunyai impian memiliki usahanya sendiri. Semoga siswa SMK tetap semangat dan mampu menciptakan usaha-usaha baru sehingga dapat menjadi manfaat dan tentunya akan merubah tantangan menjadi tentengan (mendatangkan keuntungan bagi pengusaha, technopark dan juga sekolahnya).  Program ini juga diharapkan dapat menjadikan siswa mempunyai kemampuan wirausaha yang handal sebagai solusi alternatif sulitnya mencari pekerjaan di masa sekarang ini. Semoga adanya program ini menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru di Indonesia. Harapan narasumber ini sekaligus mengakhiri kegiatan seminar. Intinya,  Hamzah Al Katiri berhasil menghipnotis siswa dengan tayangan-tayangan berupa cuplikan film dan berbagai kata-kata motivasi yang dapat menggugah kesadaran berwirausaha sekaligus menumbuhkan jiwa entrepreneur peserta.

 

Ditulis oleh: Dr. Irlidiya, M.Pd.

Diedit oleh: Singgih Afifa Putra, M.Si.