Guru Kemaritiman Indonesia Dibekali Sejarah dan Budaya Korea

[Korea Selatan] – Sebanyak 20 orang guru kemaritiman Indonesia dan 3 orang Widyiaswara (pendamping) diberikan pengetahuan tentang sejarah dan budaya Korea, Senin (11/3) di ruang kelas Marine Center Gangneung Wonju National University (GWNU) Korea Selatan. Ini penting karena merupakan pembekalan pertama bagi peserta Program Pelatihan Guru ke Luar Negeri Tahun 2019 atas kerjasama Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPPPTK KPTK) dengan GWNU.

Materi ini disampaikan Dosen Sejarah Korea KOICA (Korea International Cooperation Agency) Yeong Sung Shin. “Korea merupakan peninsula kecil yang terletak diantara China dan Jepang. Walaupun negara ini memiliki ukuran tetapi menempati urutan keempat tingkat perekonomian terbesar di Asia dan urutan kelima belas pada skala dunia,” ucap Yeong Sung Shin.

Secara historis, papar Yeong Sung Shin, Korea kuno terdiri dari 5 masa: pertama, Goguryeo [tahun 18 sebelum masehi ~ 668 Masehi]; kedua, Baekje [tahun 37 sebelum masehi ~ 660 masehi]; ketiga, Silla [tahun 57 sebelum masehi ~ 935 Masehi]; keempat, Goryeo Dynasty [tahun 918~1392]; dan kelima, Joseon Dynasty [tahun 1392~1910 Masehi]. “Sedangkan budaya Korea dibagi menjadi 4 yaitu adaptasi budaya, variasi budaya, originalitas budaya, dan transmisi budaya,” lanjutnya.

Tak hanya itu, penjelasan tentang pendidikan Korea pun kemudian diuraikan pemateri kedua Peneliti Universitas Nasional Seoul Sohee Park. Ia memaparkan di bidang pendidikan, Korea Selatan merupakan Negara yang terbaik dalam kategori Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau organisasi untuk kerjasama dan pembangunan ekonomi dunia dalam bidang literasi membaca, matematika, dan sains. “Pada Programme for International Students Assessment (PISA) tahun 2016, skor rata-rata siswa Korea Selatan mencapai 542,“ jelasnya.

Usai penjelasan materi di ruang kelas, peserta pelatihan melakukan tour Marine Center GWNU. Kegiatan ini untuk melihat secara dekat sarana prasarana beberapa laboratorium Marine Center yang ada di GWNU. “Saya sangat senang bisa belajar di GWNU Korea Selatan, semoga pengalaman yang saya peroleh di sini bisa dibagikan ke teman-teman guru lainnya ataupun ke peserta didik,” ujar Mulyati, peserta pelatihan yang juga merupakan guru SMKN 2 Sinjai Sulawesi Selatan. *** (Al Azhar, Gangneung-Korea Selatan).

 

Galeri Foto