Salmon Jadi Idola di Korea Selatan

[Korea Selatan] – Ikan salmon menjadi komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Korea Selatan. Pada tahun 2015, sebanyak 34.000 ton Ikan Salmon dikonsumsi dan sebagian diimpor ke luar negeri. Hal ini disampaikan Dosen Departemen Bioteknologi Laut Gangneung Wonju National University (GWNU) Korea Selatan Prof. Suhee Hong, Ph.D saat memberikan materi pada hari kedua Program Pelatihan Guru ke Luar Negeri di ruang kelas Marine Center GWNU, Selasa (12/3).

“Ikan salmon digemari masyarakat Korea Selatan termasuk di Provinsi Gangwon-Do. Selain dagingnya memiliki manfaat besar terhadap kesehatan, ikan salmon juga dijual murah di Korea Selatan. Ikan tuna, ikan kerapu, ataupun jenis ikan bernilai ekonomis lainnya sangat sulit didapatkan di negara ini, harganya pun sangat mahal,” ungkapnya. Sayangnya, tutur Suhee Hong, ikan salmon ini biasa terinfeksi penyakit yang dikenal dengan nama Rainbow Trout. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus (misalnya infection hematopoietic necrosis dan infection pancreatic necrosis); bakteri (furunculosis); dan parasit (white spot).

Budidaya salmon di Provinsi Gangwon-Do, lanjut Suhee Hong, memiliki kerentanan terhadap rainbow trout sebesar 46%. Peluang terjangkitnya penyakit menular ini akan lebih tinggi ketika ikan salmon dibudidayakan pada air laut. “Penyakit ini akan lebih cepat menular ketika salmon dibudidaya di air laut, hal ini pernah diujicobakan,” terangnya.
Kata Suhee Hong, guna mengurangi kematian ikan akibat penyakit ini dan untuk meningkatkan kualitas produksi ikan salmon, telah dikembangkan vaksin khusus. “Prospek kedepannya, perlu ada pengembangan sumberdaya manusia dengan spesialisasi obat-obatan ikan, memperkuat upaya preventif tehadap penyakit ikan, serta pengembangan daya saing perikanan fundamental Korea pada bidang penyakit ikan dan kajian vaksin ikan,” tutupnya. *** (Al Azhar, Gangneung-Korea Selatan).

 

Galeri Foto