Makassar, 2 Februari 2026 – Pelaksanaan program magang dengan skema Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dinilai menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia industri. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh mutu pelatihan, sinergi lintas pihak, serta komitmen dan kedisiplinan peserta selama proses magang berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, saat memberikan arahan kepada 18 peserta magang di PT Industri Kapal Indonesia (IKI), Makassar, Senin (2/2). Kegiatan serah terima peserta magang dari Inlastek Welding Institute ini turut dihadiri Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Lismanto.
Dalam kesempatan tersebut, Yaya menegaskan bahwa keberhasilan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dapat berkontribusi secara nyata untuk menyiapkaan murid-murid untuk bekerja di sektor industri.
Dalam hal ini, Kemendikdasmen mengapresiasi PT. IKI yang membuka ruang pembelajaran langsung di industri bagi para peserta magang. Plt. Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, menyampaikan bahwa industri galangan kapal saat ini membutuhkan tenaga kerja kompeten, khususnya di bidang pengelasan. “Program dari Astacita Presiden Prabowo adalah ada rencana 1.000 kapal ikan dari steel yang akan dibangun, yang membutuhkan lebih dari 5000 tenaga las, yang merupakan prospek untuk tenaga las yang ada di Indonesia ini” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo, menjelaskan bahwa para peserta telah melalui proses pelatihan intensif selama kurang lebih 350 jam pelajaran sejak Oktober hingga Desember 2025. Materi yang diberikan berfokus pada kompetensi Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G yang sesuai dengan kebutuhan industri. Bramono Pandupradityo berharap BPPMPV KPTK juga dapat berkolaborasi dengan LKP untuk dapat menunjang kursus-kursus di bidang pengelasan yang berada di wilayah Makassar.
Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program magang sebagai bentuk penguatan ekosistem vokasi. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pelatihan, industri, dan pemerintah perlu terus diperluas. Kehadiran BPPMPV KPTK diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membuka peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam peningkatan mutu pelatihan dan penyerapan lulusan ke dunia industri. Lismanto berharap bisa terjalin kolaborasi dalam pengembangan program terutama untuk siswa SMK.
Para peserta magang akan menjalani program selama enam bulan, terhitung sejak 2 Februari hingga akhir Juni 2026. Selama masa magang, peserta difasilitasi tempat tinggal sementara oleh PT IKI serta mendapatkan insentif bulanan
Disunting oleh: Suwadi
Foto oleh: Tim Publikasi