Kemaritiman Makin Menggeliat Lewat Program Pendampingan di SMKN 1 Pangandaran

Menyebut nama Pangandaran, langsung terbayang Bu Susi, sang Menteri Kelautan dan Perikanan. Ditugasi sebagai pendamping SMKN 1 Pangandaran dengan focus kepada SMK Kemaritim makin membuat nama Bu Susi jadi bintang dalam memori. Kesempatan emas mengunjungi Kota Wisata Pantai Selatan terkhusus Pangandaran ini makin semarak.

Pertama tiba di SMKN 1 Pengandaran dijamu oleh pihak Humas yang menangani bagian Revitalisasi Kurikulum. Di ruang kepala sekolah telah hadir narasumber Teaching Factory (TEFA) Bapak Mansyur dari Direktorat PSMK ditemani Pak H. Dedih Setiawan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Berbincang sejenak, lalu ke ruang pembukaan kegiatan TEFA.

Kegiatan pertama yang saya ikut selaku pendamping adalah mengikuti Upacara Pembukaan Kegiatan TEFA dengan peran diberi kesempatan memberi sambutan rangkaian pembukaan. Kesempatan saya gunakan sebaik mungkin menjelaskan peran pendamping dan sekelumit informasi tentang TEFA.

Dari tempat pembukaan TEFA, sekitar pukul 09.00 pagi, 27 Agustus 2018, kami bergeser ke ruang lain untuk melaksanakan Upacara Pembukaan Kegiatan Pendampingan. Dalam kegiatan pembukaan ini, terpaparkan sketsa kegiatan pendampingan, yakni:

  • Observasi Program, SDM, dan fasilitas yang dimiliki sekolah
  • Diskusi terbatas masalah-masalah krusial yang dihadapi sekolah berikut solusi yang ditawarkan
  • Pengembangan naskah mekanisme pendampingan
  • Pengembangan naskah Rencana Aksi Revitalisasi di SMKN 1 Pangandaran
  • Upaya pembenahan sesuai yang bisa dijangkau berdasarkan masalah, disain mekanisme, dan Rencana Aksi Kegiatan
  • Pengisian instrumen berdasarkan fakta dan disain rencana yang telah disusun.

Kini telah memasuki hari keempat dari lima hari yang direncanakan masalah, mekanisme, dan Rencana Aksi telah dituntaskan. Tersisa penuntasan pengisian instrumen.

Dalam Mekanisme dan Rencana aksi tersepakati tiga workshop yang akan dilakukan, yakni workshop Analisis Kebutuhan Pembelajaran, Workshop Penulisan Bahan Ajar, dan Workshop Total Productive Maintanance (TPM). Satu program yang menarik untuk dicermati, yakni modeling pembelajaran dari pelaku dunia industri yang direncanakan sekitar Oktober. Mereka akan menjadi guru tamu di sekolah dengan modelling yang akan dilakukan adalah bagaimana merencanakan suatu produk, proses menghasilkan, dan jaminan mutu hasil yang diperoleh. Dari sini dunia industri benar-benar bisa menjadi realita dalam dunia persekolah di SMK.

Menguatkan kesiapan alumnus SMK sebagai inovator dalam menghasilkan produk, kegiatan pendampingan Tahun 2018 mewajibkan kehadiran TEFA di sekolah. SMKN 1 Pangandaran tengah menghadirkan diri dengan para gurunya diberi pemahaman dan kesempatan mendisain TEFA di sekolah melalui kegiatan Workshop TEFA yang dipandu langsung pihak Direktorat PSMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Satu lagi keberhasilan dari pendampingan ini adalah pihak sekolah didorong untuk melakukan MoU (Nota Kesepahaman) dengan pihak industri dalam rangka mendukung pembelajaran di sekolah. SMKN 1 Pangandaran telah memperbaharui Program Kerja samanya dengan sejumlah industri, yakni PT Cakrawala Indonesia Sejahtra (CIS), PT Kharisma Abadi Mandiri, dan Bahari Prima Manunggal, PT Bahari Kru Manajemen, dan PT JIAEC. Kelima perusahaan itu dijalin kerjasama untuk mendorong kualitas hasil produksi pada Prodi APHPI dan kualitas kemaritiman pada Kompetensi Keahlian NKPI dan TKPI. Tindakan ini dapat mendukung kebermanfaatan dari potensi daerah yang ada, yakni Pelabuhan Perikanan di Babakan, Pelabuhan Umum di Bojong Salawe, dan industry perikanan yang dikelola langsung Ibu Susi.

Program Revitalisasi SMK ini  disambut baik oleh pihak sekolah. Harapan mereka dari kegiatan revitalisasi yang disertai pendampingan langsung di sekolah ini dapat menghadirkan kualitas lulusan yang makin membaik. Insya Allah.

 

Penulis: Muhammad Hasri, M.Hum

Editor: Singgih Afifa Putra, M.Si.

HUMAS LPPPTK KPTK

 

Galeri Foto