Pelatihan Literasi Kelautan

Terbit: 15/05/2020; Update Terakhir: 16/05/2020

 

Pengantar

Tekanan antropogenik terhadap habitat pesisir dan laut di Indonesia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya urbanisasi di Kawasan pesisir. Hal tersebut dapat berdampak terhadap degradasi habitat, wisata tidak bertanggung jawab, dan pencemaran lingkungan (Edinger et al., 1998; Heery et al., 2018). Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap keberadaan dan fungsi habitat pesisir adalah salah satu faktor yang dapat berdampak negatif terhadap ekosistem pesisir dan laut. Peningkatan pemahaman suatu hal (dalam konteks ini adalah kelautan) selalu terbukti dapat meningkatkan kepedulian terhadap hal tersebut (Heck et al., 2016; Jefferson et al., 2015). Sehingga literasi kelautan perlu digiatkan untuk dapat mengatasi masalah dan menyoroti isu-isu global di bidang kemaritiman (Guest et al., 2015).

Kegiatan promosi literasi kelautan di Indonesia masih berada pada tahap awal. Pada fase ini diperlukan sosialiasi yang lebih gencar ke sekolah dan para garda terdepan pendidikan, e.g., guru dan tenaga kependidikan (Hindrasti, 2018; Irawan, 2018). Setidaknya ada beberapa konsep utama dalam literasi kelautan diantaranya adalah karakteristik geologi & klimatologi laut, biodiversitas kelautan, pengelolaan laut berkelanjutan, dan laut sebagai sumber kehidupan (Santoro et al., 2017). Prinsip atau krangka acuan sangat diperlukan dalam penyampaian literasi kelautan (Strang et al., 2007).

Pentingnya literasi kelautan

Upaya pengembangan literasi kelautan sudah banyak dilakukan. Pengembangan bahan ajar dan instrumen penilaian sudah berkembang dibeberapa satuan pendidikan di Indonesia (Hindrasti & Irawan, 2018; Puspitasari et al., 2019). Mata pelajaran sains atau ilmu pengetahuan alam diketahui lebih dekat dengan pembahasan literasi kelautan dibandingkan dengan bidang sosial (Hindrasti, 2018). Namun tetap penting dan dapat diterapkan untuk bidang ilmu lainnya, e.g., (Andalas, 2018; Antin et al., 2018), ataupun ke masyarakat secara umum (Heck et al., 2016). Peran perbaikan lingkungan dan kerusakan ekologi juga diperlukan kontribusi dari bidang ilmu sosial-humaniora (Andalas, 2018). Pemahaman terhadap literasi berbasis kelautan dimasyarakat diduga dapat mempengaruhi sikap dan pengambilan keputusan terhadap pemanfaatan lingkungan laut (Heck et al., 2016).

Tujuan pelatihan literasi kelautan

Program pelatihan Literasi Kelautan yang dikembangkan LPPPTK KPTK adalah sebuah pelatihan moda daring dengan memanfaatkan fasilitas sistem pembelajaran Google Classroom, e.g., (Dash, 2019; Ramadhani et al., 2019; Sudarsana et al., 2019). Pelatihan ini dikembangkan khusus mengacu kepada prinsip-prinsip literasi kelautan (Santoro et al., 2017) untuk peserta yang berasal dari komponen guru dan tenaga kependidikan di satuan-satuan pendidikan di Indonesia. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan literasi kelautan guru/tenaga kependidikan sebagai acuan dan bahan referensi untuk dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di masing-masing instansi/sekolah.

 

 

Materi Pelatihan

Secara umum materi yang dibahas dalam pelatihan ini antara lain mencakup biodiversitas kelautan Indonesia, karaktersitik lautan, dan laut sebagai sumber kehidupan. Secara detail adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Topik/materi pelatihan literasi kelautan LPPPTK KPTK 2020 (81 JP)     

No

Topik/Materi

Durasi (JP)

Keterangan

1

Pengantar

9 JP

Online Meeting

2

Biodiversitas Kelautan Indonesia

16 JP

Google Classroom

3

Aktivitas Manusia di Laut

16 JP

Google Classroom

4

Lautan Sebagai Sumber Pangan

16 JP

Google Classroom

5

Pencemaran di Laut

16 JP

Google Classroom

6

Laporan Kerja Mandiri

8 JP

Online Meeting

 

Narasumber:

Pelatihan ini akan dikoordinasikan oleh Tim Widyaiswara dan Teknisi Laboratorium Hasil Laut LPPPTK KPTK, yaitu:

  1. Singgih A. Putra
  2. Santia G. Widyaiswari
  3. Al Azhar
  4. Rr. Dhita Puspitasari
  5. Dhelma V. Parmino

 

Persyaratan Peserta

Pelatihan ini terbuka untuk seluruh komponen guru dan tenaga kependidikan di berbagai jenjang (SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah) dan bidang keahlian, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Memiliki NUPTK
  2. Tertarik untuk mensubtitusikan pengetahuan kelautan yang diperoleh dalam pembelajaran atau kurikulum pendidikan di sekolah masing-masing
  3. Memahami fungsi dan penggunaan flatform learning management system berbasis Google Classroom (karena sebagian besar aktivitas dilakukan melalui flatform ini).
  4. Memiliki komitmen menyelesaikan tugas yang diberikan dan mengikuti pelatihan hingga selesai.

 

Registrasi

Pelatihan ini dapat diikuti dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada formulir daring di tautan ini:

Formuilir Daring >>> https://kptk.or.id/f/xxx (Pendaftaran Sementara di Tutup karena pendaftar sudah melebih kuota, Terimakasih)

Jadwal dan petunjuk pelaksanaan pelatihan akan dikirimkan beserta undangan bagi peserta yang terseleksi.

 

Informasi lebih lanjut:

Widyaiswara Pengampu:

Singgih A. Putra (singgih.afifa@kemdikbud.go.id)

 

Referensi

Andalas, E. F. (2018). Literasi Ekologis Tanggung Jawab Moral Ilmu Sastra dalam Pengelolaan Ekologi Manusia. Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra, 99–109. http://research-report.umm.ac.id/index.php/SENASBASA

Antin, T., Wahyuni, H. I., & Partini, P. (2018). Dinamika Peran Jejaring Pengelolaan Sampah Dalam Komunikasi Literasi Sampah. Profetik: Jurnal Komunikasi, 11(2), 116–130. https://doi.org/10.14421/pjk.v11i2.1479

Dash, S. (2019). Google classroom as a learning management system to teach biochemistry in a medical school. Biochemistry and Molecular Biology Education, 47(4), 404–407. https://doi.org/10.1002/bmb.21246

Edinger, E. N., Jompa, J., Limmon, G. V., Widjatmoko, W., & Risk, M. J. (1998). Reef degradation and coral biodiversity in Indonesia: Effects of land-based pollution, destructive fishing practices and changes over time. Marine Pollution Bulletin, 36(8), 617–630. https://doi.org/10.1016/S0025-326X(98)00047-2

Guest, H., Lotze, H. K., & Wallace, D. (2015). Youth and the sea: Ocean literacy in Nova Scotia, Canada. Marine Policy, 58, 98–107. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2015.04.007

Heck, N., Paytan, A., Potts, D. C., & Haddad, B. (2016). Coastal residents’ literacy about seawater desalination and its impacts on marine ecosystems in California. Marine Policy, 68, 178–186. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2016.03.004

Heery, E. C., Hoeksema, B. W., Browne, N. K., Reimer, J. D., Ang, P. O., Huang, D., Friess, D. A., Chou, L. M., Loke, L. H. L., Saksena-Taylor, P., Alsagoff, N., Yeemin, T., Sutthacheep, M., Vo, S. T., Bos, A. R., Gumanao, G. S., Syed Hussein, M. A., Waheed, Z., Lane, D. J. W., … Todd, P. A. (2018). Urban coral reefs: Degradation and resilience of hard coral assemblages in coastal cities of East and Southeast Asia. Marine Pollution Bulletin, 135, 654–681. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2018.07.041

Hindrasti, N. E. K. (2018). Reorientasi Pembelajaran Sains Berbasis Literasi Kelautan. BIOEDUKASI: Jurnal Pendidikan Biologi, 11(2), 79–84. https://doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v11i2.22842

Hindrasti, N. E. K., & Irawan, B. (2018). Pengembangan Instrumen Penilaian Literasi Kelautan untuk Siswa Sekolah Menengah Atas. In Jurnal Kiprah: Vol. IV (Issue 2, pp. 1–7). https://doi.org/10.31629/kiprah.v6i2.855

Irawan, B. (2018). Framework Literasi Kelautan Sebagai Acuan Pembelajaran Sains di Negara Maritim. Pedagogi Hayati, 2(1), 14–23. https://doi.org/10.31629/ph.v2i1.413

Jefferson, R., McKinley, E., Capstick, S., Fletcher, S., Griffin, H., & Milanese, M. (2015). Understanding audiences: Making public perceptions research matter to marine conservation. Ocean and Coastal Management, 115, 61–70. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2015.06.014

Puspitasari, I. D., Suhardi, E., Ardianto, D., & Arif, A. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Konteks Kelautan Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa. JIPI (Jurnal IPA Dan Pembelajaran IPA), 3(2), 88–105. https://doi.org/10.24815/jipi.v3i2.14847

Ramadhani, R., Umam, R., Abdurrahman, A., & Syazali, M. (2019). The effect of flipped-problem based learning model integrated with LMS-google classroom for senior high school students. Journal for the Education of Gifted Young Scientists, 7(2), 137–158. https://doi.org/10.17478/jegys.548350

Santoro, F., Santin, S., Scocroft, G., Fauville, G., & Tuddenham, P. (2017). Ocean Literacy for All - A toolkit. IOC/UNESCO & UNESCO Venice Office.

Strang, C., de Charon, A., & Schoedinger, S. (2007). Can you be science literate without being ocean literate? The Journal of Marine Education, 23(1), 7–9.

Sudarsana, I. K., Putra, I. B. M. A., Astawa, I. N. T., & Yogantara, I. W. L. (2019). The use of Google classroom in the learning process. Journal of Physics: Conference Series, 1175(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1175/1/012165