Masa Pandemik Covid-19: 1.377 Guru dilatih Cara Menyusun Soal Ujian Daring yang Berkualitas

Kontributor: Al Azhar (Widyaiswara LPPPTK KPTK)

Diterbitkan: 31 Maret 2020, Update Terakhir: 31 Maret 2020

Wabah Covid-19 berpengaruh besar ke berbagai sektor kehidupan manusia termasuk dunia pendidikan secara global (Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak). Pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo tanggal 2 Maret 2020, bahwa ada 2 orang di Indonesia telah terinfeksi Covid-19. Sejak saat itu, Covid-19 menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di negeri ini. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang begitu massif dan cepat, pada pertengahan bulan Maret 2020, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran MenPANRB No 19 Tahun 2020, tentang Work from home (WFH) untuk para ASN termasuk para guru. Sekolah-sekolah (mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, SMP, SMA/SMK, sampai perguruan tinggi) ditutup sementara waktu.      

Proses belajar mengajar tatap muka di sekolah/pendidikan formal tidak berjalan, berganti dengan pembelajaran berbasis online. Komunikasi guru dan siswa dilakukan secara daring. Seketika, penggunaan aplikasi pembelajaran online meningkat signifikan. Institusi pemerintah di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi guru (misalnya Lembaga Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi/LPPPTK KPTK) turut ambil bagian dalam pembelajaran berbasis online. Selama masa pandemic Covid-19, LPPPTK KPTK membuka pelatihan Penyusunan Soal Ujian Daring, pada tanggal 28 April s.d 14 Mei 2020, diikuti sebanyak 1.377 guru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Pelatihan ini bertujuan memfasilitasi pengajar dalam membuat soal ujian daring bagi peserta didik, pemberian materi terkait konsep dan teknik penyusunan soal, serta mengenal aplikasi yang dapat memfasilitasi pembuatan soal ujian daring dan penilaian,” papar Yopi Sopian ST MPd, Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi LPPPTK KPTK.

Lanjut Yopi Sopian, pelatihan tersebut sebanyak 82 jam pelajaran (JP), yang terdiri atas 14 JP moda daring (melalui aplikasi Webex) dan luar jaringan sebanyak 68 JP (dengan aplikasi Google Classroom). Materi inti pelatihan yang disajikan oleh para Widyaiswara LPPPTK KPTK yaitu konsep dan teknik penilaian (diampu oleh Abdul Waqif dan Irlidiya), penyusunan soal (oleh Muhammad Hasri dan Ahmad), aplikasi penilaian online (oleh Imran dan Hukmiah Arif), upload dan ujicoba soal daring (oleh Thaha dan Arifuddin), serta pengembangan bank soal (oleh Magisrahayu dan Al Azhar).

Evaluasi yang dilaksanakan untuk peserta melalui pre/post test (30%), penilaian keterampilan (40%), dan penilaian sikap (30%). Peserta dinyatakan lulus dengan nilai minimal >70 akan mendapat sertifikat, namun jika peserta mendapat nilai 70 ke bawah maka tidak memperoleh sertifikat pelatihan. Peserta yang lulus dan tidak lulus diumumkan pada akhir bulan Mei 2020. Peserta pelatihan merupakan guru SD, SMP, SMP, SMA, SMK, serta sebagian kecil dari pegawai LPMP dan dosen. Distribusi tingkat pendidikan mereka bervariasi, diploma hingga magister (S2).  

Sebagai informasi, untuk membekali pengetahuan kelautan kepada guru-guru Indonesia, LPPPTK KPTK akan mengadakan pelatihan literasi kelautan secara daring yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Juni 2020. Pelatihan akan diampu para Widyaiswara (Singgih Afifa Putra, Santia Gardenia Widyaswari, dan Al Azhar) dan Teknisi Laboratorium Hasil Laut (Rr. Dhita Puspitasari dan Dhelma V. Parmino) LPPPTK KPTK yang berlatar belakang pendidikan Kelautan dan Perikanan.