Kendala Penerapan Internet of Things (IOT) pada Pembelajaran

Internet of Things (IOT)

Banyak sekali pemahaman atau pengertian tentangnya. Menurut Rony Setiawan dalam artikelnya disebutkan bahwa Internet of things merupakan sebuah konsep di mana suatu benda atau objek ditanamkan teknologi-teknologi seperti sensor dan software dengan tujuan untuk berkomunikasi, mengendalikan, menghubungkan, dan bertukar data melalui perangkat lain selama masih terhubung ke internet.

Sedangkan pada artikel lain disebutkan juga Internet of Things (IOT) memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan khusus seperti lorawan ataupun internet biasa tanpa perlu bantuan manusia. Jadi pada dasarnya adalah Internet of Things adalah keterhubungan antar benda-benda yang cerdas yang saling mendukung dan terhubung ke internet untuk tujuan tertentu.

ZHANG Tianbo menyebutkan bahwa setiap system yang terlibat bagi manusia dapat dipertimbangkan sebagai sebuah system kecerdasaan dari kompleksitas raksasa. Internet of Things (IOT) dapat membawa interkoneksitas, antara manusia dengan manusia, manusia dengan benda, benda dengan benda. Sehingga pendidikan tinggi  dan IOT pasti menjadi system kecerdasan yang sangat rumit.

Sejak pertama kali diperkenalkannya Internet of Things (IOT) oleh Kevin Ashton pada tahun 1999, Internet of Things (IOT) telah mengalami perkembangan yang sangat cepat sejalan dengan dirasakannya efektifitas dan efiseinsi pemanfaatan internet di dalam segala aspek kehidupan. Perkembangan yang sangat cepat tersebut telah merambah ke segala bidang, bidang kesehatan, bidang pertanian, bidang social, bahkan yang tidak bisa ditolak adalah bidang pendidikan.

Efektifitas dan efisiensi dengan penerapan Internet of Things (IOT) sangat dirasakan oleh berbagai bidang. Dengan penerapan IOT akan menghemat waktu, tenaga, dan juga biaya. Semua serba cepat karena informasi dari hasil olahan data yang terkumpul akan cepat terkirim pada pengambil keputusan sehingga tindakan cepat dan akurat pun akan segera dilakukan.

 

Internet of Things (IOT) dalam Pendidikan

Pada saat ini penerapan Internet of Things (IoT) di dalam dunia pendidikan adalah suatu keharusan, bahkan IoT harus dimulai dari dunia pendidikan. Mengapa demikian? Karena dunia pendidikanlah tempat sebuah ilmu dipelajari, diteliti, diujicoba, dan dikembangkan sebelum penerapan di dunia nyata. Di dunia pendidikanlah semua hal bermula.

Menurut sebuah artiket di idmetafora.com disebutkan bahwa “Aplikasi pendidikan yang memanfaatkan IoT dapat dianggap sebagai alat kreatif yang kuat dan mengubah cara kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ini juga memungkinkan para guru dan siswa untuk membuat buku teks grafik 3D yang menampilkan video dan memberikan kemampuan untuk membuat catatan”

Internet of Things adalah sebuah konsep yang bertujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet. Di Indonesia, pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam pembelajaran daring berupa pertemuan tatap muka dan mengadakan ujian secara virtual. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa harus berkerumun di sekolah. Penggunaan Internet of Things dalam pembelajaran daring bertujuan untuk memudahkan guru dan murid dalam proses pembelajaran daring, serta memudahkan proses absensi dan pengumpulan tugas siswa

Novera Kristanti dari Universitas Palangkaraya menyebutkan bahwa di bidang pendidikan IoT memiliki peran yang penting untuk membantu organisasi dalam memantau dan mengontrol aktivitas pendidikan. Seperti beberapa kegiatan yakni untuk mengontrol pintu masuk dan keluar, memantau akses di perpustakaan, dan membantu memantau kehadiran mahasiswa dan staff. Dengan memanfaatkan IOT di dalam pelayanan pendidikan kecepatan dan keakurasiannya bisa terjamin.

Di sini jelas bahwa pemanfaatan Internet of Things (IOT) selain mendukung proses administrasi di sekolah, juga sangat mendukung proses belajar mengajar. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena kedua hal tersebut seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan namun saling melengkapi. Semua memiliki peran yang sama kuat untuk mencapai tujuan.

Penerapan Internet of Things (IOT) di sekolah, juga akan menjadi sebuah branding bagi sekolah tersebut bahwa sekolah tersebut adalah sekolah yang maju. Sebaliknya sekolah yang kurang peduli dengan pemanfaatan Internet of Things (IoT) di sekolah juga menjadi branding bahwa sekolah tersebut dianggap sebagai sekolah yang ketinggalan zaman.

 

Kendala

Lalu mengapa antar sekolah berbeda-beda di dalam penerapan Internet of Things (IoT) di dalam pembelajaran? Atau berbeda-beda dalam memanfaatkan Internet of Things (IOT) di dalam mendukung proses administrasi di sekola? Ada beberapa factor yang menyebabkan mengapa sebuah instansi sekolah begitu baik penerapan IoT nya.

Pertama, sumber daya manusia (SDM). Yang menjadi pokok persoalan pertama adalah sumber daya manusia (SDM). Kesiapan, kemampuan, dan kemauan sumber daya manusia (SDM), baik kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya adalah kunci sebuah perubahan. Kesiapan menghadapi perubahan, kemampuan melaksanakan perubahan, dan kemauan untuk melakukan perubahan. Berpikir terbuka, maju, kreatif, dan inovatif menjadi landasan bagi sebuah instansi untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dari hari ke hari.

Kedua, biaya. Penerapan Internet of Things (IOT) memerlukan biaya yang tidak sedikit pada awalnya. Perlu investasi awal yang cukup besar. Namun demikian apabila disandingkan dengan manfaat secara luas dan jangka panjang biaya besar itu tidak seberapa.  Seorang kepala sekolah harus memiliki visi dan misi ke depan yang jauh sehingga kendala-kendala bisa diatasi dengan baik dan tujuan jangka panjang langkah demi langkah dapat dicapai secara bertahap.

Ketiga, kepedulian. Menurut Kadarina & Priambodo dalam Dedikasi Sains dan Teknologi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1, Mei 2021 disebutkan bahwa Penguasaan masyarakat Indonesia terkait IoT masih sangat minim, padahal kemampuan  menerapkan IoT   akan   sangat   bermanfaat   untuk   meningkatkan   produktivitas   dan   menyelesaikan   berbagai  permasalahan di masyarakat. Hal ini menyiratkan bahwa kurang pedulinya terhadap kemermanfaatan penerapan Internet of Things (IoT) terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dihadapinya.

 

Solusi

Pertama, peningkatan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia. Untuk mendukung penerapan Internet of Things (IOT) dibutuhkan kesiapan, keterampilan, dan kemauan sumber daya manusia yang tersedia. Untuk itu, sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran, dan meningkatkan pemahaman harus dilakukan. Peningkatan kompetensi terkait dengan IOT harus pula dilakukan. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan justru akan memunculkan sebuah dorongan bahwa Internet of Things (IOT) adalah sebuah kebutuhan.

Kedua, Perencanaan penerapan Internet of Things (IOT). Dalam penerapan IOT sekolah harus melakukan perencanaan yang matang terkait. Dimulai dari penyusunan perencanaan berupa peta jalan penerapan IOT dan kemudian secara bertahap dilakukan pelaksanaan penerapan.

Ketiga, pengalokasian anggaran. Perencanaan yang tepat dalam hal penganggaran harus dilakukan. Skala prioritas mana yang perlu didahulukan untuk penerapan IOT.

 

Kesimpulan

  1. Internet of Things (IOT) pada zaman sekarang adalah suatu keharusan oleh karena itu di dunia pendidikan khususnya sekolah tidak bisa tidak harus menerapkan pemanfaatan Internet of Things (IOT) di sekolahnya untuk mendukung proses administrasi maupun proses pembelajaran. Dengan penerapan Internet of Things (IOT) akan mampu meningkatan efektifitas dan efisien penyelenggaraan pembelajaran di sekolah, di sisi lain bisa membranding sekolah sebagai sekolah yang maju.
  2. Sumber daya manusia (SDM) sekolah harus memiliki kesiapan, kemampuan, dan kemauan untuk selalu berubah yang lebih baik khususnya di bidang internet of things untuk meningkatkan kualitas sekolahnya.  Pikiran terbuka, kreatifitas, inovatif adalah kunci pokok dalam menerima perubahan dan menuju perubahan yang lebih baik.
  3. Perlu kolaborasi yang baik antar pihak internal baik kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya untuk mewujudkan visi dan misi sebagai sekolah berbasis digital. Demikian juga dukungan pemegang otoritas sangat dibutuhkan.

 

Sumber Pustaka

  1. https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-internet-of-things/
  2. https://jurnal.itscience.org/index.php/dst/article/view/957/645 
  3. Pengaruh Internet of Things (IOT) pada Education Business Model: Studi Kasus Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Novera Kristianti a,1 a Universitas Palangka Raya,  2019
  4. https://www.kompasiana.com/sitialusningsih/5f3165fc097f3648ed6aa942/berkembang-pesatnya-internet-of-things-iot-di-masa-pandemi-covid-19-dalam-bidang-pendidikan
  5. https://graduate.binus.ac.id/2020/11/22/kelebihan-dan-kekurangan-implementasi-internet-of-things/
  6. Penerapan Internet of Things dalam Pembelajaran Daring di Masa Depan untuk Membantu Guru SMA Kalam Kudus, Celine Gojono, dkk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Ciputra, 2021
  7. Sejarah dan Pengertian Internet of Things (IOT)https://jogjaweb.co.id/blog/sejarah-dan-pengertian-internet-of-things-iot
  8. https://www.telkomiot.com/blog/apa-itu-internet-of-things-panduan-lengkap-iot/
  9. Penerapan IoT dalam Pendidikanhttps://idmetafora.com/news/read/305/penerapan-iot-dalam-pendidikan.html
  10. Pengembangan Trainer Internet of Things sebagai Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Internet of Things (IOT), Nur Hasanah dkk, Universitas Negeri Yogyakarta, 2018.
  11. Mengenal IoT dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Manusia, Marina Artiyasa, Universitas Nusa Putra Sukabumi, 2020

Penulis


Suwadi, S.Sos., M.Acc.
Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya
BPPMPV KPTK