Gowa, 28 Januari 2028 – BPPMPV KPTK Gowa tengah bersiap menggebrak tahun 2026 dengan ambisi besar. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Cepa Lantai 2 pada Rabu (28/1/2026), lembaga ini resmi memaparkan peta jalan program pelatihan yang mengalami lonjakan drastis—mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Koordinator Peningkatan Kompetensi, Dr. Al-Azhar, M.Si., mengungkapkan bahwa tahun ini BPPMPV KPTK akan mengawal total 127 kelas sasaran. Angka yang fantastis ini mencakup berbagai lini, mulai dari Pelatihan Upskilling dan Reskilling, pelatihan kurikulum, penguatan kepala sekolah, pengawas, hingga program khusus seperti Micro-Credential dan Pembelajaran Mendalam.Dalam paparannya, Dr. Al-Azhar merinci distribusi kelas untuk tiga bidang utama:
Bidang TIK: 35 Kelas (Sasaran terbesar karena populasi sekolah yang masif).
Bidang Perikanan: 25 Kelas.
Bidang Kelautan: 25 Kelas.
Pelatihan ini akan menyasar 552 peserta kurikulum, 1.899 peserta upskilling dan reskilling, serta 74 instruktur.
Kepala BPPMPV KPTK, Lismanto, memberikan instruksi khusus agar pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan strategi "pemadatan". Beliau meminta jadwal dibuat bersambung agar program tuntas lebih awal dan tidak menumpuk di akhir tahun.
"Kita harus bergerak cepat di awal. Targetnya, seluruh rangkaian pelatihan selesai pada bulan Oktober, sehingga sisa waktu tahun ini bisa kita fokuskan sepenuhnya untuk evaluasi dan pelaporan yang berkualitas," tegas Lismanto.
Pelatihan tahun ini akan mengusung metode blended learning yang efisien. Dr. Al-Azhar menjelaskan bahwa sesi daring hanya akan memakan waktu dua hari, sementara porsi terbesar dialokasikan untuk kegiatan luring dan magang industri guna memastikan serapan keahlian yang maksimal.
Meski optimisme tinggi, tantangan muncul di Bidang Perikanan. BPPMPV KPTK yang membawahi 12 provinsi (Sulawesi, Papua, Maluku, hingga NTT/NTB) menghadapi kendala tumpang tindih rekrutmen peserta dengan BBPPMPV Pertanian Cianjur. Untuk Bidang Kelautan, Kordinator Bidang Kelautan tetap optimis bahwa pelatihan akan berjalan sesuai rencana mengingat luasnya jangkauan sasaran bidang kelautan di seluruh Indonesia.
Sesi diskusi juga memunculkan ide segar mengenai penguatan Management of Training (MoT) untuk menstandarisasi kualitas pelatihan. Muncul pula usul strategis untuk mengintegrasikan materi kurikulum ke dalam kegiatan upskilling dan reskilling agar lebih efektif. Dalam konteks tertentu pelatihan kurikulum dapat pula dilakukan secara mandiri atau terpisah agar persoalan kurikulum dapat dituntaskan di sekolah.
Menutup pertemuan tersebut, Lismanto menekankan pentingnya aspek publikasi. Di era digital ini, kerja keras lembaga harus terlihat oleh dunia luar.
"Kita butuh menunjukkan hasil kreasi kita. Saya minta perbanyak dokumentasi berupa foto dan video yang menarik. Sebarkan melalui media sosial seperti TikTok dan platform lainnya. Kita harus membangun image bahwa BPPMPV KPTK adalah lembaga yang progresif dan inspiratif," pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan strategi baru ini, BPPMPV KPTK siap mencetak ribuan tenaga vokasi yang kompeten untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia. (Muhamad Hasri)
Disunting oleh: Suwadi
Foto oleh: Diana