Seni Merumuskan Prompt Kecerdasan Artifisial untuk Transformasi Perangkat Pembelajaran bagi Guru

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (KA) sangat membantu dalam penyelesaian sejumlah administrasi termasuk administrasi pembelajaran. Cara kerja KA sangat cepat dan memiliki tingkat rasional yang tinggi melebih cara kerja otak manusia yang bekerja secara konvensional. Kelemahannya terletak pada ketepatan konteks sepanjang kita tak bisa mengendalikannya. Di sinilah letaknya guru perlu menguasai pengendalian KA agar selain logis juga bisa kontekstual. Hal ini bisa dikendalikan melalui penguasaan diri dalam penulisan perintah yang disebut prompt engineering.

Kemampuan memberikan instruksi kepada Kecerdasan Artifisial (KA) atau yang dikenal dengan Prompt Engineering kini menjadi kompetensi wajib bagi guru. Prompt yang efektif bukan sekadar perintah singkat, melainkan komunikasi yang mengandung konteks, peran, dan tujuan yang jelas.

Secara sederhana, Prompt adalah instruksi teks yang diberikan pengguna kepada model KA (seperti Gemini atau ChatGPT) untuk mendapatkan respons tertentu. Di dunia pendidikan, prompt berfungsi sebagai "kerangka berpikir" yang membantu KA memahami kebutuhan kurikulum, karakteristik siswa, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Untuk hasil yang akurat, gunakan rumus R-K-I-S, yakni

Role (Peran): Tetapkan KA sebagai ahli (misal: Pakar Kurikulum).

Konteks: Jelaskan mata pelajaran, jenjang, dan fase (misal: Fase E, SMK).

Instruksi: Apa yang harus dilakukan?

Style/Format: Bagaimana bentuk keluarannya?

Berikut adalah contoh prompt spesifik yang dapat langsung dipraktikkan oleh para guru:

Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Prompt: "Bertindaklah sebagai Pakar Pengembang Kurikulum. Saya ingin menyusun ATP untuk Mata Pelajaran [Nama Mapel] di Fase [Sebutkan Fase, misal: F]. Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) tentang [Sebutkan elemen CP], buatkan alur tujuan pembelajaran yang logis dari materi yang mudah ke kompleks, lengkap dengan perkiraan alokasi waktu dan kata kunci materi."

Berikut ini contoh penerapannya dalam bidang kemaritiman.

Prompt: "Bertindaklah sebagai Konsultan Kurikulum Maritim. Saya ingin menyusun ATP untuk Mata Pelajaran Dasar-Dasar Pelayaran Kapal Penangkap Ikan di Fase E. Berdasarkan elemen 'Kompas Magnit', buatkan alur tujuan pembelajaran yang dimulai dari pengenalan bagian kompas hingga teknik koreksi variasi dan deviasi. Sertakan alokasi waktu untuk teori dan praktik di laboratorium."

Dalam kaitannya dengan pembelajaran mendalam, prompt bisa dikembangkan menjadi:

Prompt: "Sebagai pakar kurikulum maritim, susunlah ATP untuk elemen Ekologi Laut di Fase E. Gunakan pendekatan Deep Learning agar pembelajaran terasa Meaningful. Alur harus dimulai dari pengamatan langsung ekosistem pesisir lokal hingga analisis dampak Overfishing. Pastikan setiap tujuan pembelajaran mengandung pertanyaan pemantik yang merangsang rasa ingin tahu siswa."

Pengembangan Modul/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Prompt: "Buatkan draf modul ajar untuk materi [Sebutkan Materi] bagi siswa kelas [Sebutkan Kelas]. Gunakan model pembelajaran [misal: Project Based Learning]. Modul harus mencakup: Tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan inti yang interaktif, dan pemantik diskusi. Gunakan bahasa yang memotivasi siswa."

Berikut terapan prompt tersebut ke dalam bidang kemaritiman:

Prompt: "Buatkan rencana pembelajaran (RPP) untuk materi Pencemaran Laut (MARPOL) bagi siswa SMK Kelas XI. Gunakan metode Case-Based Learning di mana siswa harus menganalisis kasus tumpahan minyak di pelabuhan. Rancang kegiatan agar siswa mampu mengidentifikasi alat penanggulangan sesuai standar internasional."

Dalam kaitan dengan pembelajaran mendalam, prompt bisa ditulis sebagai berikut ini.

Prompt: "Buatkan skenario pembelajaran (Modul Ajar) materi Navigasi Elektronik (RADAR) yang Mindfull dan Joyful. Rancang aktivitas simulasi di mana siswa harus mengambil keputusan krusial saat cuaca buruk (badai). Sertakan elemen 'Gamifikasi' atau permainan peran (Roleplay) sebagai mualim kapal agar belajar terasa menyenangkan namun tetap penuh konsentrasi tinggi."

 Prompt: "Berdasarkan materi [Sebutkan Materi], buatkan 5 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban (A-E) yang memiliki tingkat kognitif HOTS (C4-C6). Sertakan kunci jawaban dan pembahasannya. Selain itu, buatkan 2 soal uraian yang menuntut kemampuan analisis kritis siswa."

Berikut terapan dalam bidang kemaritiman:

Prompt: "Buatkan 3 soal pilihan ganda HOTS terkait materi Stabilitas Kapal. Fokuskan pada dampak pemindahan muatan terhadap titik G (Center of Gravity) dan risiko kapal terbalik. Sertakan pilihan jawaban A sampai E yang pengecohnya (distractor) sangat logis, beserta penjelasan ilmiah di balik kunci jawabannya."

Jika dikaitkan dengan pembelajaran mendalam, dapat ditulis prompt sebagai berikut ini.

Prompt: "Buatkan 3 soal uraian berbasis kasus (Case Study) tentang Stabilitas Kapal saat pemuatan hasil tangkapan di tengah laut yang bergelombang tinggi. Soal harus menuntut siswa berpikir kritis (Mindfull) untuk menganalisis risiko dan memberikan solusi teknis. Hindari pertanyaan definisi; fokuslah pada 'Bagaimana jika' dan 'Mengapa demikian'."

Lembar Observasi (Penilaian Sikap/Keterampilan)

Prompt: "Buatkan tabel lembar observasi untuk menilai [misal: Keterampilan Diskusi Kelompok/Praktikum Laboratorium]. Kriteria yang dinilai meliputi kerjasama, keaktifan, dan ketepatan prosedur. Gunakan skala penilaian 1-4 (Perlu Bimbingan, Cukup, Baik, Sangat Baik)."

Dalam terapan dengan bidang kemaritiman, dapat ditulis prompt sebagai berikut ini.

Prompt: "Buatkan lembar observasi untuk ujian praktik Menjangka Peta Laut. Kriteria yang dinilai harus mencakup: penggunaan jangka semat yang benar, ketepatan menentukan koordinat Lintang/Bujur, dan kebersihan peta setelah digunakan. Gunakan format tabel dengan skala 1-100 untuk penilaian kompetensi."

Jika dikaitkan dengan pembelajaran mendalam, prompt dapat dulis menjadi:

Prompt: "Rancang lembar observasi praktik Penyandaran Kapal (Berthing) yang mencakup aspek teknis dan karakter. Berikan kolom untuk mencatat bagaimana siswa mengelola emosi dan komunikasi tim saat situasi kritis. Ini bertujuan untuk memantau aspek Mindfull (kesadaran situasi) siswa selama praktik di simulator atau kapal latih."

Skoring dan Rubrik Penilaian

Prompt: "Buatkan rubrik penilaian analitik untuk tugas [Sebutkan Jenis Tugas, misal: Laporan Proyek]. Sertakan bobot persentase untuk setiap kriteria dan deskripsi indikator pencapaian untuk setiap level skor (1-4). Sajikan dalam format tabel yang rapi."

Dalam terapan dengan bidang kemaritiman, dapat ditulis prompt sebagai berikut ini.

Prompt: "Buatkan rubrik penilaian untuk laporan praktikum Identifikasi Jenis Ikan Ekonomis Penting. Kriteria penilaian meliputi: ketajaman foto/gambar anatomi, akurasi nama Latin, dan kedalaman analisis habitat. Berikan deskripsi detail untuk kategori 'Sangat Kompeten', 'Kompeten', dan 'Belum Kompeten'."

Dalam kaitan dengan pembelajaran mendalam prompt bisa dituliskan:

Prompt: "Buatkan rubrik penilaian untuk proyek Rancang Bangun Jaring Tangkap Ramah Lingkungan. Selain skor angka 1-4, instruksikan AI untuk menyediakan template 'Umpan Balik Positif' yang bisa diberikan guru kepada siswa agar mereka tetap semangat (Joyful) meskipun ada bagian yang perlu diperbaiki."

Dua hal yang perlu dilakukan bilamana keluaran KA sudah didapatkan, yakni iterasi dan verifikasi.

Iterasi: Jika jawaban KA kurang memuaskan, jangan ragu untuk memberikan instruksi tambahan (misal:

"Buat lebih sederhana" atau

"Tambahkan contoh kasus nyata") atau

"Tolong sederhanakan bahasanya agar sesuai untuk siswa dengan usia mental 7-8 tahun."

 "Tambahkan lebih banyak aktivitas fisik/gerakan dalam kegiatan inti agar lebih menggembirakan."

Verifikasi: KA bisa melakukan kesalahan (halusinasi). Guru tetap memegang kendali penuh untuk meninjau dan menyesuaikan konten agar sesuai dengan kearifan lokal dan kondisi siswa di kelas.

Dengan menguasai prompt yang berbasis Deep Learning, guru dapat melatih diri untuk:

 Menghemat Waktu Administrasi: Agar guru memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi secara personal dengan siswa.

 Personalisasi Belajar: KA dapat membantu guru membuat materi yang sesuai dengan level pemahaman siswa yang berbeda-beda di kelas.

Kreativitas Tanpa Batas: Menemukan ide-ide praktikum misalnya kelautan yang inovatif dan sesuai dengan tren industri maritim global (Blue Economy).

Penerapan KA melalui teknik prompting yang tepat bukan sekadar upaya digitalisasi dokumen, melainkan jembatan menuju Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Dengan rumusan prompt yang berbasis pada peran, konteks, dan instruksi yang tajam, guru dapat mentransformasi perangkat pembelajaran menjadi instrumen yang Mindful (mengasah nalar), Meaningful (relevan dengan industri laut), dan Joyful (menyenangkan bagi siswa). KA bertindak sebagai asisten cerdas yang membebaskan guru dari beban administrasi teknis, sehingga guru dapat kembali ke marwah utamanya: menyentuh hati dan inspirasi para siswa.

Iterasi dan Eksperimentasi: Guru disarankan tidak terpaku pada satu kali hasil generate KA. Lakukan eksperimen dengan mengubah variabel konteks (misal: kondisi cuaca di laut atau jenis kapal) untuk mendapatkan perangkat ajar yang lebih spesifik.

Khusus untuk SMK, verifikasi berbasis industri, sangatlah penting, misalnya dalam bidang kemaritiman: Mengingat sektor kemaritiman sangat terikat dengan regulasi internasional (seperti STCW atau MARPOL), setiap konten yang dihasilkan KA wajib divalidasi ulang oleh guru dengan menggunakan referensi regulasi terbaru.

Kolaborasi Antar Guru: Manfaatkan KA untuk membangun bank prompt (perpustakaan instruksi) di lingkungan sekolah atau komunitas MGMP. Berbagi prompt yang efektif akan mempercepat adaptasi teknologi di seluruh jenjang.

Fokus pada Karakter: Gunakan KA untuk merancang skenario pembelajaran yang tidak hanya menguji kompetensi teknis, tetapi juga membangun ketangguhan (resilience) dan etika kerja siswa, misalnya sebagai calon pelaut profesional.

 

Daftar Pustaka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.

 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2024). Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Mindful, Meaningful, and Joyful. Jakarta: Kemendikdasmen.

 Mollick, E., & Mollick, L. (2023). Assigning AI: Seven Approaches for Students, with Prompts. Wharton Interactive Strategy Paper.

 UNESCO. (2023). Generative AI in Education: Guidance for Policy-Makers. Paris: UNESCO Publishing.

 Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). (Sebagai landasan konsep Meaningful Learning).

 World Maritime University. (2022). Maritime Education and Training in the Era of AI and Digitalization. Malmö: WMU Publications

Ditulis oleh: M. Hasri
Disunting oleh: Suwadi
Tanya AINA
Tanya AINA